Salah seorang penerima, sebut saja R, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

“Kami berterima kasih atas makan siang yang dibagikan. Kepedulian kecil seperti ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Respons positif ini menjadi cerminan bahwa program sosial semacam ini bukan hanya membantu kebutuhan praktis, tapi juga memperkuat hubungan antara instansi pemerintah dan masyarakat.

Dirjenpas Mashudi berharap semangat berbagi tidak berhenti di tingkat pusat saja. Menurutnya, semangat Jumat Berkah bisa dijalankan secara berkelanjutan hingga ke Kantor Wilayah maupun seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Indonesia.

“Semoga semangat berbagi ini menjadi budaya bersama, baik di kantor pusat Ditjenpas maupun di seluruh jajaran pemasyarakatan di daerah,” katanya.

Program Jumat Berkah Ditjenpas bukan hanya soal membagikan makanan, tetapi juga membawa pesan penting tentang solidaritas sosial.

Dengan melibatkan jajaran pegawai dalam kegiatan ini, Ditjenpas ingin membangun budaya kepedulian yang konsisten dan berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat pelayanan publik yang humanis dan inklusif. Melalui kegiatan sederhana seperti berbagi makan siang,

Ditjenpas ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan hadir bukan hanya dalam fungsi penegakan hukum, tetapi juga dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat.

M Pristiana
Editor
M Pristiana
Reporter